Tugas
EPIDEMIOLOGI
GIZI
“Patofisiologi
Dan Konsep Riwayat Alamiah Penyakit Gondok“
O L E
H
FENTI FARIDA
F1D2 10 184
PEMINATAN EPIDEMIOLOGI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012
PATOFISIOLOGI DAN KONSEP RIWAYAT ALAMIAH
PENYAKIT GONDOK
Struma
disebut juga goiter adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran
kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi
atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya.
Penyakit
gondok disebabkan oleh membesarnya kelenjar tiroid pada leher. Hubungan antara
penyakit ini dengan kurangnya konsumsi yodium telah diketahui lebih dari 130
tahun yang lalu. Beberapa abab sebelumnya, penyakit gondok ditangani dengan
mengkonsumsikan pasien benda yang kaya akan yodium seperti karang laut yang
dibakar. Yodium berinteraksi dengan protein yang disebut dengan thyroglobulin,
dan cincin aromatik dari protein ter-iodinisasi. Dua dari molekul yang
ter-iodinisasi tersebut berinteraksi, membentuk suatu unit thyroxine yang
berikatan dengan protein. Unit aromatik ini kemudian lepas dan menghasilkan
suatu hormon tiroid thyroxine yang sangat kuat.
Goiter
adalah pembesaran pada kelenjar tiroid. Pembesaran ini dapat memiliki fungsi
kelenjar yang normal (eutirodisme), pasien tyroid (hipotiroidisme) atau
kelebihan produksi hormon (hipetiroidisme). Terlihat pembengkakan atau benjolan
besar pada leher sebelah depan (pada tenggorokan) dan terjadi akibat
pertumbuhan kelenjar tiroid yang tidak normal.
Tiroid
merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak dalam leher depan bawah.
Belahan (lobus) kiri dan kanan melekat sebelah menyebelah di permukaan trachea
(saluran nafas) menjulur ke atas dekat laring. Belahan ini terhubung satu
dengan lain oleh isthmus. Tiap belahan sebesar ibu jari empunya, dengan berat
keseluruhan 20-25 gram.
Tiroid merupakan kelenjar endokrin
terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar tiroid mensekresi tiroksin (T4) dan
triiodotironin (T3). Kedua hormon ini sangat meningkatkan kecepatan metabolisme
tubuh. Kekurangan total sekresi tiroid biasanya menyebabkan penurunan
metabolisme basal kira-kira 40-50 persen di bawah normal, dan bila kelebihan
sekresi tiroid sangat hebat dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal
sampai setinggi 60-100 persen di atas normal (Guyton, 2008). Karena pentingnya
fungsi tiroid ini, kelainan pada kelenjar tiroid akan berpengaruh besar pada
proses fisiologis tubuh, seperti pada skenario kedua ini.
Kelenjar
tiroid yang membesar dijuluki gondok (struma/goiter, yang merupakan benjolan di
permukaan, terlihat, mengganggu penampilan dan dapat mengakibatkan rasa rendah
diri (minder). Disamping itu, gondok menggelisahkan sebagian penderitanya
karena ketakutan akan tumor ganas.
Fungsi
kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya
berjalan lancar dan normal di dalam tubuh seseorang. Maka dikenal beberapa
istilah seperti : eutiroid, hipertiroid dan hipotiroid.
Kegagalan pada ‘pengaturan’ produksi hormon kelenjar gondok ini
akan menyebabkan terjadinya :
- Hypothyroidism (kekurangan hormon kelenjar Gondok)
- Hyperthyroidism (Kelebihan hormone kelenjar Gondok)
Dampak
struma terhadap tubuh terletak pada pembesaran kelenjar tiroid yang dapat
mempengaruhi kedududukan organ-organ di sekitarnya. Di bagian posterior medial
kelenjar tiroid terdapat trakea dan esophagus. Struma dapat mengarah ke dalam
sehingga mendorong trakea, esophagus dan pita suara sehingga terjadi kesulitan
bernafas dan disfagia. Hal tersebut dapat berdampak terhadap gangguan pemenuhan
oksigen, nutrisi serta cairan dan elektrolit. Bila pembesaran ke luar maka akan
memberi bentuk leher yang besar dan dapat asimetris atau tidak, jarang disertai
kesulitan bernafas dan disfagia.
Patofisiologi
Tirotoksikosis
ialah manifestasi klinis kelebihan hormon tiroid yang beredar dalam sirkulasi.
Hipertiroidisme adalah tirotoksikosis yang diakibatkan oleh kelenjar tiroid
yang hiperaktif. Apapun sebabnya manifestasi klinisnya sama, karena efek ini
disebabkan ikatan T3 dengan reseptor T3-inti yang makin penuh. Rangsang oleh
TSH atau TSH-like substance (TSI, TSAb), autonomi intrinsik kelenjar
menyebabkan tiroid meningkat, terlihat dari radioactive neck-uptake
naik. Sebaliknya pada destruksi kelenjar misalnya karena radang, inflamasi,
radiasi, akan terjadi kerusakan sel hingga hormon yang tersimpan dalam folikel
keluar masuk dalam darah.
Dapat pula
karena pasien mengkonsumsi hormon tiroid berlebihan. Dalam hal ini justru radioactive
neck-uptake turun. Membedakan ini perlu, sebab umumnya peristiwa kedua ini,
toksikosis tanpa hipertiroidisme, biasanya self-limiting disease
(Djokomoeljanto, 2009).
Aktifitas utama
kelenjar tiroid adalah untuk berkonsentrasi yodium dari darah untuk membuat
hormon tiroid. Kelenjar tersebut tidak dapat membuat hormon tiroid cukup jika
tidak memiliki cukup yodium. Oleh karena itu, dengan defisiensi yodium individu
akan menjadi hipotiroid. Akibatnya, tingkat hormon tiroid terlalu rendah dan
mengirim sinyal ke tiroid. Sinyal ini disebut thyroid stimulating hormone
(TSH). Seperti namanya, hormon ini merangsang tiroid untuk menghasilkan hormon
tiroid dan tumbuh dalam ukuran yang besar Pertumbuhan abnormal dalam ukuran
menghasilkan apa yang disebut sebuah gondok
Kelenjar tiroid
dikendalikan oleh thyroid stimulating hormone (TSH) yang juga dikenal
sebagai thyrotropin. TSH disekresi dari kelenjar hipofisis, yang pada
gilirannya dipengaruhi oleh hormon thyrotropin releasing hormon (TRH)
dari hipotalamus. Thyrotropin bekerja pada reseptor TSH terletak pada
kelenjar tiroid. Serum hormon tiroid levothyroxine dan triiodothyronine
umpan balik ke hipofisis, mengatur produksi TSH. Interferensi dengan sumbu ini
TRH hormon tiroid TSH menyebabkan perubahan fungsi dan struktur kelenjar
tiroid. Stimulasi dari reseptor TSH dari tiroid oleh TSH, TSH reseptor
antibodi, atau agonis reseptor TSH, seperti chorionic gonadotropin, dapat
mengakibatkan gondok difus. Ketika sebuah kelompok kecil sel tiroid, sel
inflamasi, atau sel ganas metastasis untuk tiroid terlibat, suatu nodul tiroid
dapat berkembang.
Kekurangan
dalam sintesis hormon tiroid atau asupan menyebabkan produksi TSH meningkat.
Peningkatan TSH menyebabkan peningkatan cellularity dan hiperplasia kelenjar
tiroid dalam upaya untuk menormalkan kadar hormon tiroid. Jika proses ini
berkelanjutan, maka akan mengakibatkan gondok. Penyebab kekurangan hormon
tiroid termasuk kesalahan bawaan sintesis hormon tiroid, defisiensi yodium, dan
goitrogens.
Gondok dapat
juga terjadi hasil dari sejumlah agonis reseptor TSH. Pendorong reseptor TSH
termasuk antibodi reseptor TSH, resistensi terhadap hormon tiroid hipofisis,
adenoma kelenjar hipofisis hipotalamus atau, dan tumor memproduksi human
chorionic gonadotropin.
Pemasukan
iodium yang kurang, gangguan berbagai enzim dalam tubuh, hiposekresi TSH,
glukosil goitrogenik (bahan yang dapat menekan sekresi hormone tiroid),
gangguan pada kelenjar tiroid sendiri serta factor pengikat dalam plasma sangat
menentukan adekuat tidaknya sekresi hormone tiroid. Bila kadar – kadar hormone
tiroid kurang maka akan terjadi mekanisme umpan balik terhadap kelenjar tiroid
sehingga aktifitas kelenjar meningkat dan terjadi pembesaran (hipertrofi).
Dampak goiter
terhadap tubuh terletak pada pembesaran kelenjar tiroid yang dapat mempengaruhi
kedudukan organ-organ lain di sekitarnya. Di bagian posterior medial kelenjar
tiroid terdapat trakea dan esophagus. Goiter dapat mengarah ke dalam sehingga
mendorong trakea, esophagus dan pita suara sehingga terjadi kesulitan bernapas
dan disfagia yang akan berdampak terhadap gangguan pemenuhan oksigen, nutrisi
serta cairan dan elektrolit. Penekanan pada pita suara akan menyebabkan suara
menjadi serak atau parau.
Bila pembesaran keluar, maka akan memberi bentuk leher
yang besar dapat simetris atau tidak, jarang disertai kesulitan bernapas dan
disfagia. Tentu dampaknya lebih ke arah estetika atau kecantikan. Perubahan
bentuk leher dapat mempengaruhi rasa aman dan konsep diri klien.
Riwayat Alamiah Penyakit Gondok
Manusia maupun
hewan mamamalia muda memerlukan hormon tiroid untuk pertumbuhan dan
perkembangan yang normal. Kekurangan dari hormon tiroid pada saat kandungan
berakibat penurunan mental dan daya pikir anak tersebut. Kekurangan hormon
tiroid pada tingkat rendah pada orang dewasa mengakibatkan hypotiroidism, atau
sering kita sebut dengan istilah gondok, dengan gejala-gejala seperti malas
bergerak, kegemukan, dan kulit yang mengering.
Yodium yang
kita dapatkan dari mengkonsumsi makanan dan minuman berada dalam bentuk ion
yodium, dan besarnya bergantung dari kadar yodium dalam tanah. Tanah dengan
kadar yodium rendah mengakibatkan banyak pasien menderita penyakit gondok dan
dapat ditanggulangi dengan mengkomsumsi garam yang ber-iodinisasi NaI (100mg
iyodium per gram garam).
PeriodePrepatogenesis
a) Agen
o Iodium
o Zat Goitrogenik
o Kurangmengkonsumsi
Iodium
b) Host
o Wanita hamil danusia subur
o Anak-anak
c) Environment
o Daerahpegunungan(tingkatiodium
dalam tanahdan air sangatrendah)
o Ekonomi rendah
o Terdapat banyak sumber makananmengandung zatgoitrogenik.
Prevetif Primer
- Penyuluhan, pendidikan kesehatan, khususnya mengenai menu dengan nutrisi seimbang dan kebutuhan tubuh terhadap Iodium
- Nutrisi yang sesuai dengan standard tumbuh kembang seseorang
- Perbaikan standard ekonomidenganpekerjaanyang sesuai.
- Pemeriksaan berkala :
o
kondisi kesehatan :
pada pencegahan gondok, dapat dilakukanpemeriksaan kadar iodium darah, sintesis
TSH, dan sintesis hormontiroid
o
kondisi lingkungan:
untuk pencegahan gondok, dapat dilakukanpeninjauan kadar Iodium pada air dan
tanah. Selain itu diupayakandistribusi sumber makanan yang beragam agar
masyarakat tidak selalumengkonsumsi makanan yang mengandung zat
goitrogenik
- Memberi perlindungan spesifik dengan cara :
o
pemberian pil iodium
dan minyak iodium
o
penambahan iodium pada
air
o
mengurangi konsumsi
makanan yang mengandung zat goitrogenik
PeriodePatogenesis
a. Subklinis
Iodium darah kurang dari normal(dapat di tes
melalui urin)2. Peningkatan produksi TSH (jml TSHdalam darah meningkat)3.
Penurunan sintesis hormon tiroid
b. Klinis
pembesaran kelenjar tiroid2. kretinisme
(cebol)3. IQ rendah (pada anak)4. kelelahan kronis
c. Preventif sekunder
Memberi makanan dengan nutrisi
simbang2.Pemberian Iodium secara bertahap hingga kadarIodium darah
kembali normal
d. PeriodeKonvalesens
o
Sembuh total (kelenjar
gondok dapat kembali keukuran normal)
o
Sekuele ( cacat mental
biasanya bersifat permanen
o
Meninggal (bila tidak
segera ditanggulangi)
Preventif Tertier
-Memberi rujukan ke rumah sakit
DAFTAR PUSTAKA


informasi pada artikelnya sangat bermanfaat.. thanks
BalasHapushttp://tokoonlineobat.com/obat-penyakit-gondok-alami/